|
Sejarah telah membuktikan, SDM Indonesia bukanlah SDM yang tidak berkualitas. Justru sangat berkualitas. Bangsa ini bahkan pernah menjadi kiblat pendidikan di negara-negara di Asean. Memang, cerita ini telah berbalik saat ini. Tapi kedasaran akan pentingnya pendidikan yang memadai, kesadaran bahwa pendidikan, pengetahuan dan informasi sebagai sebuah kebutuhan pokok, sebagai "makanan" bagi tubuh pikiran semakin tinggi. Meskipun data dari Direktorat Pendidikan Tinggi - Departemen Pendidikan Nasional menunjukkan bahwa hanya 2.2 juta masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi (hanya 10% dari masyarakat Indonesia pada kelompok umur 19-24 tahun); dan tentu saja, lebih sedikit yang mampu meraih tingkat pendidikan doktoral; akan tetapi diluar data ini cukup banyak masyarakat Indonesia yang mengambil pendidikan doktoral baik dengan biaya sendiri maupun perusahaan, dan tidak terdata oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Atas dasar itulah, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berinisiatif untuk melakukan pendataan terhadap doktor-doktor Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi panduan, pusat data dan pusat informasi mengenai SDM Indonesia yang berkualitas, memiliki keahlian khusus, dan ahli dibidangnya masing-masing. Direktori Doktor Indonesia ini tidak hanya terbatas pada doktor-doktor yang bertugas di Instansi Pemerintah, atau menjadi tenaga pengajar di Perguruan Tinggi di Indonesia, tapi juga termasuk didalamnya doktor-doktor yang bekerja secara di institusi non-pemerintah, wirausaha, dan sebagainya, baik yang mengambil pendidikan doktoralnya secara swadana maupun atas biaya perusahaan. Data yang tersedia saat ini mengacu kepada Data Doktor tahun 2005 yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan hanya terbatas pada Data Doktor yang bekerja sebagai Dosen dan Institusi Pemerintah. Untuk itu, kami mengundang para Doktor Indonesia untuk membagi informasinya agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan khalayak banyak. Pihak pengelola, dalam hal ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menjamin kerahasiaan data-data yang sudah disampaikan, dan hanya menampilkan informasi-informasi umum kepada publik. Pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat juga akan melakukan verifikasi atas keabsahan data tersebut. Harapannya, dengan adanya Direktori Doktor Indonesia ini, akan membantu masyarakat Indonesia pada umumnya mengenai data doktor di Indonesia, dan juga dapat mengangkat citra bangsa Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki SDM yang berkualitas. |